| Copy right : bbc.com |
Hal ini terjadi dengan Korean Air, salah satu maskapai penerbangan besar Korea Selatan yang baru-baru ini menjadi berita panas di berbagai media internasional. Ini dikarenakan oleh suatu insiden yang dibuat seorang penumpang sekaligus menjabat sebagai Wakil Presiden dari Korean Air, Heather Cho.
Dilansir
dari dailymail.co.uk, dalam sebuah penerbangan dari bandara JFK New York
ke bandara Incheon Korea Selatan, wanita berusia 40 tahun ini meminta pilot pesawat untuk kembali
ke bandara JFK untuk menurunkan seorang kru pesawat yang
menyuguhkannya kacang dalam sebuah kantong plastik, bukannya dalam piring.
Ia
mengatakan bahwa seharusnya makanan tidak disajikan seperti itu, dan ada aturan
dalam buku manual yang menjelaskan tentang sopan santun menyuguhkan makanan. Ia
kemudian meminta pramugari yang menyajikan kacang tersebut membaca buku manual
dan menunjukkan poin tersebut, namun si pramugari tidak bisa memenuhi
permintaanya.
Ia bersikeras dan marah dalam pesawat sehingga
meminta meminta pilot memutar haluan kembali ke bandara untuk menurunkan
pramugari tersebut. Permintaan ini membuat penerbangan tertunda beberapa lama
tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada seluruh penumpang di pesawat.
Pada
awalnya, Heather Cho beralasan bahwa ia di situ sekaligus melakukan inspeksi
dadakan terhadap kru pesawat tentang pelayanan di dalam pesawat.
Namun hal ini justru mendapat sorotan dari pemerintah Korea
Selatan yang mengatakan bahwa Heather Cho saat itu berstatus sebagai penumpang
di dalam pesawat, bukannya sebagai Wakil Presiden yang sedang menjalankan
tugas.
Jadi,
seharusnya ia berperilaku dan diperlakukan selayaknya penumpang, bukannya malah
menyebabkan kekacauan yang merugikan penumpang lain. Hal ini melanggar aturan
hukum penerbangan. Karena tindakannya inilah, hukum Korea Selatan menuntutnya
dengan hukuman 10 tahun penjara.
Berdasarkan
bbc.com, meski pada awalnya, pihak Heather Cho dan Korean Airline
membela tindakan wakil presidennya ini dengan alasan mengawasi layanan
penerbangan, namun beberapa waktu setelah itu, mereka membuat konferensi pers
dan meminta maaf di hadapan banyak media. Bahkan menjanjikan akan meminta maaf
kepada pihak pramugari yang sudah diperlakukan tidak baik di dalam pesawat.
Dalam
acara konferensi pers tersebut, Heather Cho pribadi muncul di hadapan publik
dan membungkukkan badan meminta maaf kepada masyarakat dan media atas
perbuatannya yang sembrono. Ia juga telah mengatakan bahwa ia mengundurkan diri
dari jabatan Wakil Presiden Korean Air atas tindakannya tersebut.
Ayah
dari Heather Cho, Cho Yang Ho sendiri sebagai ayah dan kepala Korean Air juga
meminta maaf atas tindakan bodoh putrinya dan mengatakan bahwa ia telah
mencabut segala jabatan dan kekuasaan atas nama Heather Cho di dalam perusahaan
maskapai penerbangan tersebut. Sementara ini, proses hukum sedang berlanjut
untuk menetapkan hukuman yang akan diberikan kepada Heather Cho.
Terlepas
dari jabatan yang tinggi, meski layanan terhadap penumpang memang menjadi hal
penting untuk diperhatikan, namun ada baiknya juga jika tidak bertindak gegabah
ya Ladies. Penting pula untuk memikirkan terlebih dahulu kepentingan orang
lain, jangan sampai karena hal kecil, masalah berubah jadi besar.






0 comments:
Post a Comment